/var/www/htdocs/pustaka-digital/lib/SearchEngine/SearchBiblioEngine.php:688 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\SearchBiblioEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(sb.biblio_id) from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 and ((match (sb.topic) against (:subject in boolean mode)))" "query" => "select sb.biblio_id, sb.title, sb.author, sb.topic, sb.image, sb.isbn_issn, sb.publisher, sb.publish_place, sb.publish_year, sb.labels, sb.input_date, sb.edition, sb.collation, sb.series_title, sb.call_number from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 and ((match (sb.topic) against (:subject in boolean mode))) order by sb.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ ":subject" => "'+\"Pendidikan Modern\"'" ]
Penulisan sejarah sastra Indonesia modern selama ini belum menyinggung dengan baik mengenai roman Medan. Beberapa ahli bahkan mengatakan bahwa roman Medan, atau lebih dikenal dengan roman picisan, hanya merupakan bahan bacaan saja dan bukan karya sastra. Tampaknya hal tersebut terjadi karena kurangnya informasi mengenai roman Medan. Padahal, roman Medan pada masanya (saat terbit) jumlah terbita…